Memilih Brand

Seorang kawan bicara antusias tentang brand kamera A. Ia memuji bagaimana tajamnya hasil yang didapat. Ibaratnya sampai debu kerikil aja bisa kelihatan jelas, nggak “pecah”.

Yang lain berderet ingin punya yang berkualitas sama dengan brand A.

Padahal apa iya tajam adalah segalanya?

Kalau kita moto orang dengan kamera yang terlalu tajam kayaknya bakalan nambah kerjaan (editing). Karena jarang ada om-om atau mbak-mbak yang mau detail pori dan jerawatnya bersinar terang benderang seperti jelasnya siang.

Lalu ada juga fotografer yang preferensinya adalah hasil dengan color science (warna) apik. Sehingga tidak perlu repot-repot ngedit (lagi).

Makanya semua brand punya keistimewaan sendiri-sendiri. Buat saya yang penting adalah mengurangi pekerjaan editing. Jadi masih nyaman dengan brand B yang mulai ditinggalkan orang. Color science buat saya lumayan penting.

Bicara warna saya malah suka warna-warni yang cenderung soft.

Untuk landscape, arsitektur, makro dan still life, nggak apa-apa tajam. Karena mereka memang harus terlihat detail dan menarik. Genre lain, seperti potrait, lebih enak soft.

Gear apapun yang anda pakai, seyogyanya merepresentasikan genre yang disuka dan paling sering diambil. Bukan ikut arus kekinian. Kalau nggak, sayang aja menurut saya, lho, ya. Peralatan kan sebaiknya disederhanakan juga. Bisa menghemat uang, tempat penyimpanan, dan mempersempit fokus kreativitas.

Kamu suka foto yang tajam atau yang warnanya menarik?

signature.png

Gambar diambil dari dokumentasi pribadi

Advertisements

3 thoughts on “Memilih Brand

  1. Emaknya Benjamin br. Silaen says:

    Kalau saya suka hasil foto yang keliatan terang, jadi tidak perlu di poles lagi pakai app, tapi sih klo motretnya indoor susah dapat pencayahaan yg bagus, matahari bersinar terang bangett ko malah hasil fotonya agak gelap, apalagi winter nanti, makin galau aja deh klo mau rekam tanaman2 indoor 😀 .

    Liked by 1 person

    • Phebie says:

      Begitu ya. Kalau indoor memang pilihannya dua : punya kamera yang kepekaan cahaya nya tinggi tapi sedikit noise atau kita nambah pencahayaan (lampu atau flash). Lebih murah yang kedua. Bisa juga memanfaatkan window light, cuma kalau untuk tanaman jadi kurang terlihat detailnya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.