Migrasi Digital

flickr

Jaman makin maju, hidup sebetulnya bisa makin praktis. Contohnya jaman dulu kalau nonton film harus berbondong-bondong ke bioskop, lalu mulai ada CD yang masih besar banget (antik, bisa ditemui di toko-toko vintage), kemudian bentuk CD mulai mengecil, dan beralih ke DVD, lalu BluRay.

Masih belum puas lebih kecil lagi, bisa menggunakan USB atau bluetooth.

Kurang keren apa coba jaman ini. Kalau semua hal diatas masih butuh TV, sekarang bahkan ada yang sudah mengenyahkan TV dan bisa nonton cuma pakai video headset. Yang terakhir ini testimoni dari yang sudah pernah nyobain masih belum mampu karena dianya pusing-pusing setelah selesai.

wiki

Saya merencanakan untuk migrasi digital. Nanti akan berkurang yang namanya hiburan-hiburan sejenis buku dan DVD di rak, sudah mulai beralih ke versi e-book, MP4 , dan tersimpan manis di USB atau sejenis, yang memorinya lebih besar. Lumayan kan yang dulunya butuh penyimpanan CD dan DVD sendiri, sekarang tinggal di kantongin. Oh, mengapa tidak dari dulu kalian diciptakan….hahaha….

Jadi membayangkan sendiri soal masa depan nanti. Mungkin jaman anak cucu kita semua sudah bisa dibawa kemana-mana karena pada punya semacam Kantong Doraemon. Eh, yang suka nonton TV saat masih sekolah masih ingat nggak itu cerita Doraemon. Salah satu yang membuat terkagum-kagum adalah Kantong Ajaib (dan Pintu Kemana Saja). Duh, kapan adanya ya.

kaskus

Memang selain ada plus ada juga minusnya :

1. Lebih Banyak Menahan Diri

Karena terlalu “mudah” akhirnya kita jadi cenderung gampang lapar. Alias penginnya ambil banyak. Biarin aja ambil semua, kan space nya juga segitu-gitu aja. Iya, sih. Tapi waktu yang dipakai buat mendapatkan itu sayang’kan?Sepertinya yang perlu di minimalisir malah pemakaian waktu. Karena bukankah hidup kita juga ada limitnya? Masa sebagian besar mau dipakai untuk ngumpulin saja hihihi.

2. Resiko Kehilangan

Kita harus menghindari meletakkan semua telur di satu keranjang. Kelemahan digital, sekalinya hilang, ya bisa hilang semua dalam jumlah banyak. Nangis-nangis, deh. Jadi perlu di back up minimal di dua tempat. Kalau sudah demikian tetap kejadian, ya namanya apes wkwk. Sudah takdir.

3. Kesehatan Mata

Kemudian karena digital akan berurusan dengan layar serta sinar birunya, untuk membaca e-book nggak bisa selama baca buku. Harus istirahat setiap 15 menit. Bisa sakit mata. Duh, disayangin itu yang namanya mata, modal paling berharga sedunia.

Pemecahannya, saya hanya menjadikan digital buku-buku yang memang cuma butuh informasi sekilas seperti kamus, atau makalah-makalah dan buku pelajaran yang pernah didapat.

Setiap ikut seminar atau pelatihan hal pertama yang saya tanyakan pada panitia selalu :

” Maaf, ada versi PDF-nya nggak?”

Biasanya, sih ada. Kecuali pembicaranya suka menambah-nambah materi secara last minute atau di tempat.

Pada prakteknya…..

Sekarang saya memang masih mencicil beberapa item hiburan untuk jadi digital (kecuali yang memang lebih menggembirakan bila tampak secara fisik), mulai dari makalah seminar, catatan-catatan, sampai hiburan-hiburan. Memang awal-awal nggak berasa. Dan prosesnya bisa terasa sangat apa ya…tedious dan boring. Pengurangannya juga nggak akan menyolok terlihat mata, kecuali oleh orang yang setelah pergi lama baru lihat lagi. Tapi semoga setelah beberapa bulan akan bisa dilihat hasilnya. Wish me luck..

Kamu sendiri apakah hiburan-hiburan yang dimiliki sudah mulai banyak yang digital?

signature.png

Gambar : flickr.com, wikipedia.com, kaskus.co.id, pexels.com

Advertisements

7 thoughts on “Migrasi Digital

  1. @affanibnu says:

    justru saya ingin migrasi ke arah manual lagi..
    kaset tape saya cukup banyak dan ternyata, produk2 dengan basis digital mayoritas memiliki kualitas audio yang tidak sehebat manual..

    plus, perangkat manual lebih gagah tongkrongannya.. ๐Ÿ™‚

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.